SUKOHARJO - Ratusan anggota elemen masyarakat memberikan dukungan
dan ucapan selamat HUT ke-61 kepada Kopassus Grup 2 Kandang Menjangan.
Mereka memberikan hadiah berupa lima buah nasi tumpeng dan dua buah
gunangan berisi berbagai jenis buah-buahan.
Elemen masyarakat itu antara lain Forum Komunikasi Putra-Putri
Purnawirawan TNI-POLRI (FKPPI), SAR UNS, Resimen Mahasiswa (Menwa),
kelompok pengajian dan beberapa elemen lain. Mereka berjalan kaki dari
depan kolam renang Kopassus menuju pintu gerbang utama Kandang
Menjangan.
Massa menempuh jarak sekitar 400 meter, memenuhi jalur lambat dan
sebagian bahu jalan Solo-Yogyakarta. Kendaraan yang menuju arah
Yogyakarta pun harus melaju menggunakan kecepatan pelan. Barisan paling
depan dipimpin peserta yang membawa poster panjang. Poster itu
bertuliskan "Dirgahayu Kopassus Ke-61 Kami Bangga".
Kemudian disusul oleh barisan dua buah gunungan buah-buahan yang dipukul
oleh empat orang. Barisan lima buah nasi tumpeng menyusul dibelakang
gunungan buah. Dibagian paling belakang adalah peserta aksi yang membawa
berbagai poster. "Tumpeng ini adalah bentuk ucapan selamat kita kepada
Kopassus. Kita bangga pada Kopassus," kata Heru Buwono, Koordinator
aksi, Selasa (16/4/2013).
Setiba di depan pintu gerbang Kandang Menjangan, perwakilan massa
melakukan orasi. Orasi dilakukan sekitar 15 menit ditengah pengawalan
ketat oleh sejumlah anggota Kopassus. Massa juga membacakan pernyatakan
sikap. Ada enam buah poin dalam pernyataan sikap tersebut.
Inti poin itu adalah mendukung pemberantasan segala bentuk premanisme
dan kasus pembunuhan di Hugo's Cafe bentuk sadisme yang tidak
berperikemanusiaan. "Hidup Kopassus. Hidup Kopassus," terdengar teriakan
massa berulang-ulang setelah pernyataan sikap selesai dibacakan.
Aksi dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh seorang ustad.
Doa ditujukan untuk Kopassus dan Serka Heru Santoso, anggota Kopassus
Grup II yang menjadi korban pembunuhan di Hugos Cafe Yogyakarta. Dalam
aksi itu, elemen masyarakat juga memberikan bantuan sejumlah uang kepada
keluarga Serja Heru Santoso. (*)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment